Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

19.10.15

Generasi Wacana

Mbaca tulisan ini biar gak  jadi alay...
Saya sering kasihan melihat anak-anak muda yang makin pintar tapi hidupnya galau. Penyebabnya beragam. Misalnya, karena hal sepele saja.Belum lagi tamat SMA, mereka sudah dikejar-kejar orang tuanya, “Mau kuliah di mana? Swasta, atau negeri?”

21.1.13

Tahun dan Tuhan

Apa arti tahun? apa karena bumi mengelilingi matahari  365 hari sehingga kita menyebutnya setahun. Bumi telah mengelilingi matahari selama  4,5 milyar tahun. Kalau di bandingkan usia kita tentu tidak ada apa-apanya.Usia kita selalu bertambah Setelah itu mati dan lenyap. Pejabat, artis, Presiden pun sama? lenyap setelah sekian tahun. Siapa yang peduli?

8.11.11

Sederhana

Lahir, Hidup, Dan Mati.
Sederhana,...............
Lahir adalah Baru, Lemah, Tidak Tahu, Buta, Lumpuh, Tuli.
Hidup adalah Belajar, Beramal, Berjalan, Melihat, Mendengar.
Mati adalah PASTI, Dan Gerbang Hidup Sejati.

Sederhana

31.10.11

Haji Gagal, Gagal Naik Haji

Tidak habis pikir kenapa setiap penyelenggaraan ibadah haji selalu ada cerita nestapa. Apakah memang regulasi pemerintah terhadap penyedia jasa Haji terlalu longgar atau banyak oknum pejabat yang suka suap. Lah wong sudah ada kuota tiap tahun dan seharusnya sudah ada nama-nama yang pasti berangkat ke Mekkah melaksanakan rukun Islam yang ke 5, ada saja yang batal. Mbok yo kasian to, ketika mau berangkat sudah di arak-arak, sudah syukuran mengundang orang sekampung, lah kok batal, apa tidak malu, coba?. Makanya melihat di berita TV, kasihan, banyak yang tidak mau pulang ketika tahu tidak jadi berangkat haji.

16.9.11

Menggambar

Dari kecil aku suka menggambar pernah suatu ketika seluruh tembok rumah penuh dengan coretan gambar "khas" anak kecil. Keinginan menggambar sangat menggebu-gebu, seringkali bapak mengira aku sedang belajar, padahal kenyataannya sedang menggambar orang, he..he...dan yang paling berkesan adalah ketika di bentak guru pada saat kelas 6 sekolah dasar, gara-garanya adalah aku di anggap tidak memperhatikan beliau ketika mengajar, lah wong saya menggambar orang di meja pakai kapur. ha..ha...sebuah kenakalan anak kecil. Setelah remajapun hasrat menggambar masih besar, apalagi ketika salah satu teman sekelas saat SMP pandai sekali menggambar, gambar son goku (dragon ball) dengan rambut runcing yang khas bisa seperti aslinya di film. Dirumah ku coba-coba buat, wah ternyata sulit sekali,bukan gambar kartun malah jadi gambar hantu.

4.8.11

21.1.11

1000 Malam

Di sini tanpa-Mu semuanya terasa mati
Semuanya terasa tak berarti
Di sini tanpa-Mu malam pun terasa panjang
Bulan pun tak menyinari malamku

(1000 malam)

Kepasrahan yang kecintaan terhadapNya memang seharusnya melebihi apapun di dunia ini, semua tanpa arti jika tidak adaNya di sisi membuat semuanya Kegelapan tanpa ada penerang.
 

2.12.10

Pahlawan di Balik layar

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.
Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si Pemuda.

“Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua” jawab ibu itu.

”Wouw….. hebat sekali putra ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

28.10.10

"kun fayakun" maka terjadi terjadilah.......

Atas segala yang terjadi di Merapi, Mentawai semuanya adalah ujian Allah agar manusia yang 'sombong' menjadi merasa kecil di hadapanNya, tentu bagi orang-orang yang kembali mengingat kekuasanNya. Makanya bagi pejabat jangan korupsi, bagi pengusaha jangan tamak, jadi apapun ingatlah kekuasaan Allah ada di seluruh langit dan bumi.Hanya dengan "kun fayakun" maka terjadi terjadilah.......
Semoga para korban bencana yang terjadi di merapi, mentawi dan seluruh daerah di Indonesia termasuk Jakarta yang banjir di beri ketabahan, di beri kekuatan untuk bangkit lagi, Allah bersama kita.


22.9.10

KERENDAHAN HATI

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan
tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

(Taufik Ismail)

20.6.09

Ikhlas

Ikhlas merupakan tingkatan tertinggi dalam rasa penyerahan kepada apapun. Banyak orang mengatakan saya ikhlas tetapi ada pamrih. Begitulah banyak orang bicara keikhlasan hanya sekedar kata-kata bukan dari hati nuraninya. Aku juga belum bisa ikhlas sepertinya ……

15.12.08

Bersabar

Jangan biarkan dunia ini menjauhkan kita dari Allah. Bersyukurlah atau bersabarlah maka Ia akan tetap dekat dengan kita.
(KH. mustofa bisri-Mencari bening mata air)

5.4.08

YANG BUKAN ALLAH TIDAK AKBAR

Allahu AkbarAllahu AkbarAllahu Akbar
Yang selain Allah tidak Akbar
Segala yang bukan Allah
Hanya dipinjami sedikit kebesaranHanya diciprati
kebesaran yang kecil
Kebesaran yang kerdil

Kebesaran yang jika pemakainya merasa besar
Di hadapan Allah ia akan terkucil
Allahu AkbarAllahu AkbarAllahu Akbar
Gunung tidak besar
Laut kecilAlam kecil
Manusia kecil
Kebesaran itu sendiri kecil
Sebagaimana akbar tak berlaku bagi akbar itu sendiri
Karena Allah tunggal dan tak tersaingi
Allahu AkbarAllahu AkbarAllahu AkbarTakbir tidak akbarTabligh tidak akbar
Pengajian tidak akbarIstighotsah tidak akbarAgama dan politik itu kecil
Negara dan kekuasaan itu kerdil
Karena tidak ada pemeran pengganti
Bagi Allah yang akbar abadi


-Emha Ainun Nadjib-

20.3.08

Jodoh dari Langit

Ditepi sungai nil ketika itu dua sosok terlibat sebuah percakapan "fahri apakah kau percaya pada jodoh, jodoh itu seperti sungai nil ini,
telah diturunkan tuhan dari langit untuk rakyat mesir" "Bukan maria, jodoh bukan dari langit tapi dari hati" jawab fahri...
(dikutip seperlunya dari Film Ayat-ayat Cinta)

15.3.08

Ini Aku

Ini aku sayang
Kenapa kau tidak mengenal aku
Aku merupakan jodoh masadepanmu
Yang sudah ditakdirkan oleh sang Khalik

Ini aku sayang
Aku siap menjadi adam
Dan apakah kamu siap menjadi hawanya
Kenapa kamu berpaling
Dan tidak mengenal aku
Bukankah dihadapan Sang Khalik
Sebelum di takdirkan ke dunia
Kita pernah berjanji untuk bersama
Kenapa Kau mengingkarinya
Apakah kamu tidak mengetahui
Makhluk-makhluk yang telah mengingkari jalan sang khalik akan binasa

Ini aku sayang
Aku selalu merindukanmu
Walau kau masih terus berpaling

25.1.08

Saatnya Melangkah....




Happy birthday...happy birthday to you.......mendengar itu kok jadi tertawa sendiri, wong seumur-umur tidak pernah dirayakan dan menurutku memang tidak perlu. Seperti kata KH. Mustafa bisri dalam sebuah artikelnya mengatakan " ketika umur bertambah, jatah hidup didunia menjadi berkurang", kalau sudah mendengar kalimat itu sepertinya memang kita tidak perlu merayakan ulang tahun dengan hura-hura bukan?
-----------------------------

"yang muda yang bicara" begitulah salah satu slogan rokok beberapa tahun yang lalu.Slogan ini memang tepat, ketika usia masih muda, semangat dan harapan masih tinggi membuat sosok muda menjadi sebuah masa yang sangat penting untuk menuju suatu fase dewasa. Ketika mudalah orang lebih cenderung berpikir kedepan daripada resiko yang dihadapi. Saya ingin bercerita sedikit tentang sosok muda yang beberapa minggu ini menghiasi headline media cetak kita yaitu Alexander Pato dan murtaza bhutto zardari. Alexander pato pemain muda AC Milan bermain bagus dalam debut pertamanya melawan napoli, sedangkan murtaza disahkan sebagai ketua partai rakyat pakistan menggantikan ibunya benazir bhutto, yang meninggal tertembak. Keduanya masih 19 tahun,usia yang sangat muda untuk menjadi "bintang", tetapi kenyataannya seperti itu, mereka merupakan "bintang" saat ini. Pato, yang dijuluki si bebek tentu tidak hanya mengandalkan bakatnya saja yang luar biasa tetapi juga butuh suatu kerja keras untuk mengasah bakatnya. Murtaza walaupun menjadi ketua partai karena "kebetulan" sebagai anak seorang benazir bhutto tetapi tentu saja butuh keberanian karena menjadi ketua partai politik terbesar di pakistan mengandung resiko sendiri yaitu "kematian"seperti anggota keluarga bhutto lainnya.

Dua orang tersebut memang membuat kagum bukan karena kedudukan mereka semata tetapi karena mudanya. Ketika muda berprestasi merupakan sebuah kebanggan dan tentu tidak setiap orang meraihnya walaupun semua orang bisa mencapainya. Kita tentu saja tidak perlu menjadi pato atau murtaza, kita hanya orang biasa "ordinary people" tetapi walaupun begitu kita bolehlah mengambil "keberanian" murtaza dan "kerja keras" pato. Karena dengan itulah kesuksesan bisa diaraih, tentu saja ini bukan hanya sekedar kata atau ucapan saja, ini harus direalisasikan dengan kadar tertinggi yang bisa kita lakukan. Ajakan ini tentu juga untuk saya sendiri....karena tidak terasa umur telah bertambah satu lagi..ah..sungguh cepatnya rasanya baru kemarin memandang tanggal 21 bulan januari, eh ternyata sekarang sudah bulan januari dengan tahun yang berbeda. saya sadar memang Umur tidak dapat dikejar tetapi memanfaatkan umur sebanyak-banyaknya bisa kita lakukan. Saya sadar dengan umur yang sekarang ini, belum bisa memberikan atau istilahanya membuat sesuatu yang bisa dibanggakan. "ah masih bau kencur" istilah orang dulu, pengalaman masih sedikit dan pengetahuan masih terbatas. sering saya membandingkan ketika melihat umur saya, lihatlah agnes monica, asty ananta, simon santoso, baba rafi, erlangga"striker" mereka adalah contoh orang muda yang dikatakan sukses di bidangnya masing-masing. kapan ya seperti mereka ....he..he....

------------------------------------
Walaupun tidak dirayakan, saya bersyukur dengan syukur tertinggi dengan keadaan saya sekarang tentu dengan segala kekurangan dan kelebihan saya...Terimakasih Allah.

Awal dan Akhir.....



Awal dan akhir bak sebuah kata yang tak berujung, mana yang awal mana yang akhir sepertinya sulit untuk menjawabnya. Yang akhir biasanya menjadi awal dari sesuatu yang baru begitu juga yang awal merupakan akhir dari sesuatu yang lama. Dalam teknik industri dikenal rumusan output suatu sistem merupakan input untuk sistem selanjutnya begitu seterusnya. setelah hampir 5 tahun lebih "berjuang" akhirnya dapat mengakhiri studi dan itu artinya merupakan awal untuk "kehidupan" baru, entah kehidupan baru seperti apa...

"Welcome to the real world" kata temanku yang sedang merantau di Jakarta atau kata temanku sambil senyum " akhirnya menjadi job seekers juga". Job seekers, what? jobseekers merupakan istilah lain dari pencari kerja, itu untuk positifnya sedangkan dari sisi negatif ya sama dengan pengangguran, yah seperti lirik lagunya iwan fals, ....engkau sarjana muda, sibuk mencari kerja....he...he....tetapi tidak masalah lah...semua kesuksesan dimulai dari nol, bukankah begitu mitra?

13.4.05

***kata-kata penuh makna***

Tentang hidup " Hidup adalah rintangan yang harus di hadapi, perjuangan yang harus dimenangkan, rahasia yang harus digali dan anugrah yang harus di gunakan". " Dengan Ilmu Hidup menjadi mudah dengan seni hudup menjadi indah dan dengan agama hidup menjadi terarah" dan yang terakhir "Kita hudup sebenarnya hanya 3 hari yaitu kemarin, hari ini dan besok"

9.3.05

Jalan Tuhan

Jalan Tuhan sesungguhnya teramat rahasia, dia disembunyikan oleh hamparan salju. Muhammad-lah yang pertama kali mempertaruhkan hidupnya untuk membersihkan jalan tersebut. Maka siapapun yang berada diatas jalan itu, Ia melaluinya atas bimbingan nabi.
Nabi yang menemukan jalan pertama kali dan meninggalkan berbagai rambu jalan diberbagai tempat sambil berkata " Apabila engkau menapak di jalan yang ini, engkau akan menderita seperti kaum " aad dan Tsamud" dan apabila engkau menyusuri jalan yang ini engkau akan berbahagia sebagaimana berbahagianya orang-orang beriman".

9.2.05

Bacalah..................



Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.