Showing posts with label Menulis. Show all posts
Showing posts with label Menulis. Show all posts

12.2.09

Belajar Menulis (2)

Satu lagi pelajaran yang perlu kita ambil dalam banyak hal yaitu terus menerus/kontinyu Sesuatu yang tidak dilakukan secara kontinyu akan hilang. Bicara tentang kontinyu jadi ingat pelajaran Fisika yaitu persamaan kontinyuitas yaitu persamaan tentang gerak fluida jika kecepatan dan luas permukaan pada titik yang satu dengan titik yang lain sama akan menyebabkan suatu keajegan aliran yang terus menerus, jika terjadi dinamisasi volume atau luas permukaan akibatnya adalah suatu aliran yang berubah-rubah tetapi disini saya tidak ingin membahas pelajaran menyebalkan itu.

18.1.06

Cerita ketika menjadi reporter Pers Mahasiswa

Setelah dipikir-pikir Pers Mahasiswa atau media kampus sebenarnya sama saja dengan media profesional semacam kompas, Jawapos, Republika, Tempo, ataupun Detik.com. Di media umum ada Pemimpin umum, Pemimpin redaksi, Dewan redaksi, Redaksi Pelaksana, reporter di media kampus juga sama. Di media umum pasti mengenal rapat redaksi, Deadline, ataupun hunting ya sama juga kami mengenal itu. Yang membedakan sebenarnya adalah di bayar dengan tidak dibayar (mungkin terlalu naif ya), kami di media kampus tidak dibayar bisa diibaratkan seperti pekerja sosial. Lembaga Pers Mahasiswa dianggap sebagai tempat pembelajaran dan (mungkin) diklat gratis bagi para pengelolanya. Ini berbeda dengan media profesional yang lebih profit oriented sehingga seoarang yang menjadi wartawan ataupun pekerja di media tersebut diharuskan seprofesional mungkin.

Terus apa yang kami dapat ketika menjadi pengelola media kampus? yang jelas adalah pengalaman dan kepuasan. Pengalaman karena kita bisa memahami atau sedikit belajar mengenai jurnalistik. Kepuasan ketika berhasil menerbitkan sebuah media dan bisa diterima oleh khalayak umum. Ini yang mungkin berbeda dengan media umum dimana penerbitan sudah pasti dan tidak "khawatir dengan biaya" karena iklan selalu mengantri untuk ditampilkan. Kalau kami, bisa menerbitkan sebuah media sudah sangat beruntung sekali karena dananya sangat cekak.

Sebagai salah satu pengelola media kampus, saya juga mengalami hal seperti itu, menerbitkan majalah eh boro-boro untung yang ada malah rugi dan akhirnya kas lembaga amblas untuk menutupi kekurangannya. Selain itu sebagai pengelola media kampus juga harus siap mental, apalagi 1 minggu sebelum media terbit (Majalah kami terbit setiap semester). Kenapa pasti ada perasaan takut dan membayangkan hal-hal yang buruk seperti takut medaianya tidak bisa terbit. tahu sajalah kami kan pekerja sosial sehingga orang-orangnyapun tidak bisa seprofesional seperti media umum. Dideadline 2 minggu jadi eh malah 2 bulan baru jadi. Hal seperti itu sering terjadi dan pasti tidak hanya dialami oleh kami saja pasti lembaga pers mahasiswa lain juga pernah mengalaminya. Sedangkan yang paling melegakan adalah ketika berhasil menerbitkan atau selesai dicetak. wah plong rasanya....

1.1.06

Belajar Menulis (1)

Menulis itu sulit?
Masih ingat ketika saya mencoba menulis sebuah opini untuk buletin kampus tempat saya kuliah,tetapi saya merasa sangat sulit mengungkapka ide untuk dijadikan tulisan. Boro-boro dapat satu halaman, membuat satu paragraf sudah mandeg, sulit untuk bisa dikembangkan dan dilanjutkan. Setelah "berjuang" beberapa hari akhirnya tulisan itu jadi, walaupun dalam hati merasa tidak puas dengan tulisan sendiri, seperti ada perasaan kurang dari tulisan itu.

Berhasil membuat satu tulisan tidak membuat semakin percaya diri menulis tetapi malah semakin membuat tidak PD, saya semakin takut menulis. Hingga suatu saat saya mengikuti Diklat jurnalistik yang didalamnya ada materi teknik menulis. Pemateri yang merupakan salah satu senior saya memberikan tugas pada saya dan taman-teman yang mengikuti diklat tersebut untuk membuat tulisan dengan tema bebas tetapi diberi waktu hanya 10 menit.Akhirnya dengan waktu 10 menit saya dan teman-teman berhasil membuat tulisan.Ada kata-kata senior saya yang terus saya ingat setelah semua tulisan dikumpulkan, dia berkata " Sebenarnya anda-anda semua adalah bisa menulis tinggal kemauan saja". Deg...benar juga ya,pikirku.
Kemarin saya sempat membaca tulisan dengan judul "Belajar Menulis" dalam sebuah blog, yang tidak sengaja saya buka ketika sedang searching di google.com. Dari tulisan itu maka lebih terbuka pandangan saya tentang menulis.Dalam menulis ternyata memerlukan dua tahap untuk menghasilkan tulisan yang baik, yaitu tahap menulis dan tahap mengedit. kebanyakan orang melakukan kesalahan fatal dimana menulis dan mengedit dilakukan bersamaan sehingga apa yang terjadi adalah kita akan bingung sendiri tentang tulisan kita sendiri dan sering juga kehilangan ide ketika mau melanjutkan tulisan kita.Itulah ternyata yang saya alami ketika membuat tulisan pertama kali.

Jadi apa yang perlu dilakukan ketika kita menulis?.Pertama adalah menulislah secara cepat, semua ide yang ada dikepala kita keluarkan semua. Jangan memperdulikan hasil tulisan,jelek,tidak nyambung,berantakan. Yang terpenting adalah ide-ide kita bisa dikeluarkan.Nanti setelah tulisan itu jadi,baru diadakan pengeditan untuk memperbaiki dan mempercantik tulisan.Memang sulit sih, apalagi yang tidak terbiasa, tetapi yakinlah bahwa anda bisa, karena menulis tidak tergantung pada bakat tetapi tergantung pada kemauan. salah satu dosen bilang bahwa kesuksesan itu tidak didasarkan pada bakat tetapi didasarkan pada semangat, dosen tersebut mengatakan bahwa 97% semangat baru 3% adalah bakat.Jadi semua orang bisa menulis.