20.9.11

Reverse Engineering

Reverse engineering di definisikan sebagai proses menganalisa suatu sistim melalui identifikasi komponen-komponennya dan keterkaitan antar komponen, serta mengekstraksi dan membuat abstraksi dan informasi perancangan dari sistim yang dianalisa tersebut”. Konsep reverse engineering di industri pada dasarnya adalah menganalisa suatu produk yang sudah ada (dari produsen lain) sebagai dasar untuk merancang produk baru yang sejenis, dengan memperkecil kelemahan dan meningkatkan keunggulan produk para     kompetitornya. (Dwi Basuki Wibowo ; Memahami reverse engineering)


Reverse Engneering bisa juga di ambil pengertian sebagai proses untuk menemukan prinsip-prinsip teknologi perangkat, objek, atau sistem melalui analisis struktur, fungsi , dan operasi. Hal ini menyangkut untuk untuk  bidang mekanik, komponen elektronik, Software atau bidang biologi, kimia atau bahan organik. (Wikipedia.org).

Dalam Komponen mekanik kegiatan bisa di mulai dari kegiatan yang dilakukan meliputi 5 tahap, pertama kegiatan pembongkaran produk. Kedua kegiatan assembling komponen. Ketiga kegiatan benchmarking. Keempat, melakukan perancangan produk baru. Dan kelima pembuatan prototipe Produk.

Dalam melakukan reverse engineering dibantu  dengan teknologi computer-aided design (CAD) yang saat ini semakin canggih. Dengan bantuan software inilah suatu produk, tools atau part dapat di gambarkan dalam produk digital, sehingga bisa di analisis bagaimana produk itu bekerja, apa yang bisa dilakukannya, komponen-komponennya terdiri apa saja, perkiraan biaya,dll.
 

No comments:

Tulisan Terkait

Tulisan Popular