21.7.13

Chairul Tanjung; Mengenal bisnis si anak singkong

Akhirnya ambisi Chairul Tanjung (CT) untuk menguasai 100% Carrefour Indonesia tercapai, menjawab desas-desus yang sudah beredar belakangan ini. CT Corpora melalui PT Trans Retail berhasil mengambil alih sisa 60% kepemilikan di Carrefour dengan nilai transaksi sebesar EUR 525 juta (USD 673m), setelah sebelumnya sudah menguasai 40% melalui akuisisi pada tahun 2010 dengan nilai transaksi IDR 3 triliun. Dengan valuasi Carrefour Indonesia senilai EUR 830juta dan jumlah otlet 85 unit yang tersebar di 28 kota Indonesia, menjadikan Chairul sebagai raja peritel Indonesia.
Bagi Carrefour Global, ini merupakan langkah exit melalui divestasi yang kesekian kali, setelah sebelumnya melakukan hal yang sama terhadap unit bisnis mereka di Malaysia, Kolumbia, Yunani, dan Singapura. Carrefour Global sedang menjalankan strategi baru untuk berfokus di wilayah Eropa, China, dan Amerika Selatan.
Sudah sejak lama pula CT mengemukakan ambisinya untuk mengendalikan penuh Carrefour Asia Tenggara dan Indonesia. Namun transaksi tersebut gagal karena Carrefour Malaysia diserahkan kepada Khazanah Nasional dan unit Thailand kepada Casio.
Spekulasi yang beredar mengatakan bahwa sejak awal peran presiden tidak bisa dilepaskan dalam transaksi ini. Pada tahun 2010, masuknya Chairul Tanjung ke Carrefour Indonesia dinilai merupakan strategi dari Carrefour International untuk mengamankan bisnisnya di Indonesia dan membantu menyelamatkan Carrefour Indonesia dari tekanan bisnis yang dilakukan oleh Grup Lippo. Lippo Hypermart  dan Carrefour merupakan 2 pemain utama di bisnis supermarket di Indonesia yang saling bersaing. Carrefour juga sering dituduh melakukan tekanan kepada pemasok (supplier) untuk menjual harga murah ke Carrefour.
Chairul Tanjung muncul sebagai fenomena baru saat ini. Pada tahun 2012, Forbes menyebutkan Chairul Tanjung sebagai the rising star” Indonesia dan memasukkan ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia. Chairul berada di peringkat 634 dengan kekayaan USD 2 miliar. Konglomerasi bisnis Chairul Tanjung bernaung dibawah CT Corpora dengan total aset sekitar USD 7 miliar per Desember 2010.
Di bidang media, Trans Corp mengelola stasiun televisi Trans TV dan Trans 7, dan portal berita online detik.com yang merupakan situs berita terbesar di Indonesia dengan pembaca aktif sekitar 3 juta orang per hari. Trans Corp menguasai media detik.com pada Juli 2011 melalui akuisisi senilai USD 60 juta, yang merupakan nilai transaksi terbesar untuk bisnis media online di Indonesia.
Di industri lifestyle, CT memiliki franchise eksklusif untuk 22 merek internasional papan atas yang beroperasi di hampir 100 butik di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan). Selain itu, Para Group juga memiliki Coffee Bean, Baskin Robbins, biro travel terkemuka Antatour dan Vayatour, dan Metro Department Store.
Trans Corp juga mengoperasikan arena taman hiburan Trans Studio di Makassar dan Bandung. Chairul berencana akan mendirikan Trans Studio di 20 kota dengan nilai investasi sekitar IDR 20 triliun.
Di bidang penguasaan SDA, CT Global Resources merupakan holding untuk bisnis Chairul Tanjung di sektor perkebunan, energy, pertambangan, pertanian, dan infrastruktur. Portofolio utama di sektor ini adalah CT Agro, memegang konsesi 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan. Memang unit bisnis CT di sektor ini belum terlihat kiprahnya. (Sumber : di sini)

No comments:

Tulisan Terkait

Tulisan Popular