17.10.11

Indramayu, kota seribu nada

Aduh pusing kang
Duh aduh pusing
Pusing tujuh keliling
Rumah tangga langka senenge
Sampeyane mabok bae

Coba mikir kang dipikir dingin
Apa kakang bli isin
Wong mekaya langka luwihe
Saben dina mabok bae
Itulah lagu pertama yang saya dengar saat masih SMA, lagu yang populer pada saat itu. Pertama saya kira lagu ini lagu sunda, karena penyanyinya berasal dari Jawa Barat dan musiknya walau dangdut berbeda dengan dangdut kebanyakan, oleh orang-orang di sebut musik tarling, mungkin karena berasal dari peralatan musik yang digunakan yaitu gitar dengan seruling sehingga di sebut demikian. 
Baru tahu setelah tinggal di Indramayu, ternyata Indramayu dan cirebon mempunyai akar bahasa yang sama yang dengan bahasa banyumas yaitu bahasa jawa yang  menggunakan vokal a. Walau dengan logat yang berbeda yaitu lebih berirama di akhir, dapat di pastikan bahwa lagu ini asalnya dari Indramayu. 

Apalagi setelah melihat di sepanjang jalan pantura, begitu banyak grup-grup dangdut "tarling" Anica nada, gajah dangdut, aas nada, Amelia nada dan nada-nada yang lain. Maka tidak salah bahwa Indramayu merupakan salah satu barometer musik dangdut. Tidak percaya lihatlah lagu " gak jaman punya pacar cuma satu" yang dinyanyikan lolyta, Keong racun lagu yang di lipsing oleh sinta dan jojo atau " cinta satu malam"nya melinda yang sangat populer, semuanya mempunya dasar lagu yang sama yaitu tarling yang berkembang di pesisir pantai utara Jawa Barat.
Disini budaya tarling sepertinya sudah menjadi budaya sendiri, setiap hajatan bagi orang kaya "wajib" hukumnya naggap tarling. Yang disayangkan seringkali penyanyinya tampil sangat seronok, padahal yang menonton ada juga anak-anak kecil.

No comments:

Tulisan Terkait

Tulisan Popular